Tinggal empat manusia yang tersisa, dan satu diantaranya. Karenanya aku bertahan. Satu-satunya betina yang menguapkan feromon di sekumpulan makhluk jantan. Secara alamiah tak mungkin aku dilewatkan. Namun mereka malas menggubris karena tidak pernah ada pembicaraan menarik keluar dari mulutku sejak hari pertama kami semua berkenalan. Sementara aku tetap menyandang status “kenalan“, mereka sudah menjadi tiga serangkai - sahabat temporer yang dikondisikan waktu dan tempat. Aku merasa tidak rugi. Yang menarik dari mereka hanyalah dia. Dan dia bukanlah pembicaraan. Dia adalah tujuan. Tujuan bertahan.
Jumat, 29 April 2011
Posted by Unknown
No comments | 9:52:00 AM
Entah hijau, entah coklat muda. Belum pernah kulihat bola mata berwana hijau, jadi tidak bisa terlalu yakin. Dan tempat ini didesain dengan penerangan yang buruk. Remang yang malah tidak romantis. Remang yang membuat segalanya tidak jelas. Namun hanya tempat ini yang masih buka.Hiburan yang tersedia adalah tayangan pertandingan sepak bola dini hari dari televisi 14 inci dan kumandang lagu disko era satu dekade silam serta kerlap-kerlip bohlam warna-warni yang sebaiknya jangan dilihat lebih dari satu menit karena membuat mata sakit.
Tinggal empat manusia yang tersisa, dan satu diantaranya. Karenanya aku bertahan. Satu-satunya betina yang menguapkan feromon di sekumpulan makhluk jantan. Secara alamiah tak mungkin aku dilewatkan. Namun mereka malas menggubris karena tidak pernah ada pembicaraan menarik keluar dari mulutku sejak hari pertama kami semua berkenalan. Sementara aku tetap menyandang status “kenalan“, mereka sudah menjadi tiga serangkai - sahabat temporer yang dikondisikan waktu dan tempat. Aku merasa tidak rugi. Yang menarik dari mereka hanyalah dia. Dan dia bukanlah pembicaraan. Dia adalah tujuan. Tujuan bertahan.
Kamis, 24 Maret 2011
Posted by Unknown
No comments | 4:25:00 PM
Pesan ini akan tiba padamu, entah dengan cara apa. Bahasa yang kutahu kini hanyalah perasaan. Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.
Kupandangi langkahmu yang ringan dan tampak seperti melayang, berjalan dengan irama konstan. Engkau tak seperti orang yang berjalan di atas pasir, yang kebanyakan tampak berat dan canggung. Barangkali karena telah ratusan kali kau lakukan itu; menyendiri di tepi pantai, menyusuri garisnya seperti merunut urat laut. Tapak kakimu sudah tahu bagaimana bersahabat dengan pasir yang kadang menggembung dan kadang mengempis dimainkan napas ombak.
Matamu mencari bola merah yang disembunyikan arakan awan mendung. Sesekali kau buang pandangan ke arah lain, sekedar meyakinkan kau tak sendiri di dunia ini, karena seringnya engkau berharap demikian. Sesekali pula kau buang pandangan ke belahan langit di bahu kananmu, yang berwarna-warni antara ungu, biru, dan abu, yang menggetarkanmu sama hebatnya dengan bola merah yang kau telisik dari tadi.
Pesan itu akan tiba padamu, batinku. Namun entah dengan cara apa.
Kupandangi langkahmu yang ringan dan tampak seperti melayang, berjalan dengan irama konstan. Engkau tak seperti orang yang berjalan di atas pasir, yang kebanyakan tampak berat dan canggung. Barangkali karena telah ratusan kali kau lakukan itu; menyendiri di tepi pantai, menyusuri garisnya seperti merunut urat laut. Tapak kakimu sudah tahu bagaimana bersahabat dengan pasir yang kadang menggembung dan kadang mengempis dimainkan napas ombak.
Matamu mencari bola merah yang disembunyikan arakan awan mendung. Sesekali kau buang pandangan ke arah lain, sekedar meyakinkan kau tak sendiri di dunia ini, karena seringnya engkau berharap demikian. Sesekali pula kau buang pandangan ke belahan langit di bahu kananmu, yang berwarna-warni antara ungu, biru, dan abu, yang menggetarkanmu sama hebatnya dengan bola merah yang kau telisik dari tadi.
Pesan itu akan tiba padamu, batinku. Namun entah dengan cara apa.
Minggu, 13 Maret 2011
Posted by Unknown
No comments | 10:20:00 AM
Posted by Unknown
4 comments | 10:19:00 AM
In light of Friday's tsunami following the Japan earthquake, find out how the killer waves are caused, what the warning signs are, and how to respond when a tsunami threatens.
A huge tsunami spawned by the magnitude-8.9 quake—one of the largest ever recorded—rocked Japan's eastern coast, killing hundreds of people, according to the Associated Press.
Within hours, the tsunami hit Hawaii and set off warnings throughout the Pacific, including South America, Canada, Alaska, and the U.S., such as the Oregon coast, the AP reported.
Minggu, 06 Maret 2011
Posted by Unknown
No comments | 11:16:00 PM
Melebur masa,..
Melebur dalam waktu,..
Kugenggam sepucuk kertas bertulis sebuah nama
Mentari tenggelam di ufuk menggelap
Ku sepi dalam bising suara
di dalam jeruji ini membawa ragaku
jiwa menghilang, entah kemana
Mentari tenggelam di ufuk menggelap
Kudengar celoteh orang
Tentang kasih dan cinta
yang dulu pernah kupercaya,
kurasukkan dalam sisa-sisa jiwa
Namun kini menghilang
Selamat jalan, selamat tinggal
kuucapkan padamu
dan segala harap yang kekal.
Kan kubentang jalan untukku sendiri
Tuk berlari sbagai bayangmu lagi
Itu saja sudah cukup untukku........
Mentari tenggelam, dan terbenam di ufuk menggelap...
Melebur dalam waktu,..
Kugenggam sepucuk kertas bertulis sebuah nama
Mentari tenggelam di ufuk menggelap
Ku sepi dalam bising suara
di dalam jeruji ini membawa ragaku
jiwa menghilang, entah kemana
Mentari tenggelam di ufuk menggelap
Kudengar celoteh orang
Tentang kasih dan cinta
yang dulu pernah kupercaya,
kurasukkan dalam sisa-sisa jiwa
Namun kini menghilang
Selamat jalan, selamat tinggal
kuucapkan padamu
dan segala harap yang kekal.
Kan kubentang jalan untukku sendiri
Tuk berlari sbagai bayangmu lagi
Itu saja sudah cukup untukku........
Mentari tenggelam, dan terbenam di ufuk menggelap...
Semarang-Solo,
Jumat, 4 Maret 2011
6:26 pm
Posted by Unknown
No comments | 11:09:00 PM
Hening di sini...
kumenunggu..,
Sebuah pesan tertulis di udara,
menari di sekitarmu
Tak tahu harus apa kata terucap
Tak mengerti tentang sikap yang tak sama
lalu harus bagaimana?
Sedang saat hampa di udara
akupun menatap dalam gelap
Ah,...
Nyatanya hati ini, dalam sepi
masih takut mati
Kamis, 3 Maret 2011
02.25 am
Wiyosa Rusdi
Kamis, 03 Maret 2011
Selasa, 01 Maret 2011
Posted by Unknown
No comments | 2:27:00 PM
Gaun hitammu menyambar kaki meja, lalu menyapu ujung kakiku. Kamu sengaja berdandan. Membuatku agak malu karena muncul berbalut jaket jins, celana khaki, dan badan sedikit demam.
"kamu tidak tahu betapa pentingnya malam ini," katamu, tertawa tersipu, seakan minta dimaklumi. Pastinya kamu yang merasa tampil berlebihan, karena katamu tadi di telepon, kita hanya akan makan malam sambil mendengarkanmu curhat.
Sebotol Muscat yang berbalur dalam kepingan es diantarkan ke meja. Dudukku langsung tegak. Jangan-jangan malam ini memang betulan penting.
Anggur itu berusia enam tahun. Gaun itu cuma keluar sekali dalam dua tahun. Restoran ini terakhir kamu pilih saat ulang tahun hari jadi jatuh cintamu ke-1, empat tahun yang lalu. "Ada yang perlu dirayakan? Selain kamu baru sembuh dari sakit dan aku gantian tidak enak badan?" tanyaku, berusaha santai.
"Malam ini aku lahir baru."
"Kamu... bertobat?"
"Bisa jadi itu istilahnya!" tawamu menggelak-gelak lepas, lalu kamu mengatur napas, "Aku... selesai."
Mataku menyipit. Menunggu penjelasan.
Senin, 28 Februari 2011
Posted by Unknown
No comments | 12:57:00 PM
Ya,....... masih tersisa satu duka
tergurat di balik dalamnya luka
Menganga......
Pedih perih kurasa sendiri
Kugenggam dan kubawa berlari
Merundung sunyi
Sepi.............
tergurat di balik dalamnya luka
Menganga......
Pedih perih kurasa sendiri
Kugenggam dan kubawa berlari
Merundung sunyi
Sepi.............
Klaten, 20 Oktober 2006
Posted by Unknown
No comments | 12:55:00 PM
Syair di bawah caya rembulan....
Rasa dalam diri
Rasa dalam hati
Rasa mengepung jiwa suci
Sementara, ini gejolak dalam hati terkabung
mengikat jiwa raga terkurung
Dalam diri hidup
Dalam hari membersit rasa
Lalu apa?
Rasa dalam diri
Apa ini "cinta"
yang berkembang dan abadi?
Dalam diri kubertanya
antara jiwa dan rasa ini
Rasa dalam diri
Rasa dalam hati
Tak tertahan lagi
Rasa mengepung jiwa suci
Klaten, October 20, 2006
Posted by Unknown
No comments | 12:51:00 PM
Langit merah merekah
Mentari tersembunyi di ufuk-ufuk
Hatiku pun bersimbah darah
Jiwaku terpuruk
Aku ada dalam ketiadaan
mengalir bagai air
dalam lantunan syair tak berakhir
terpendam dalam di bawah malam
Dan akupun tenggelam
Rapuh luluh dalam remang cahaya bintang
Sayup, Redup....
Tak ubahnya kandil tertiup
Sementara cahayamu kemerlap
berpendar dalam sinar-sinar buyar
Layaknya purnama dalam gelap
Ah! Hati ini pun merana
menanti secercah harapan jiwa
Namun ragaku menghilang
Terbuang . . . . .
Aku merintih
Sedih . . . . .
Jiwaku menangis
Teriris . . . . .
Mentari tersembunyi di ufuk-ufuk
Hatiku pun bersimbah darah
Jiwaku terpuruk
Aku ada dalam ketiadaan
mengalir bagai air
dalam lantunan syair tak berakhir
terpendam dalam di bawah malam
Dan akupun tenggelam
Rapuh luluh dalam remang cahaya bintang
Sayup, Redup....
Tak ubahnya kandil tertiup
Sementara cahayamu kemerlap
berpendar dalam sinar-sinar buyar
Layaknya purnama dalam gelap
Ah! Hati ini pun merana
menanti secercah harapan jiwa
Namun ragaku menghilang
Terbuang . . . . .
Aku merintih
Sedih . . . . .
Jiwaku menangis
Teriris . . . . .
Klaten, August 22, 2006
Posted by Unknown
No comments | 12:42:00 PM
Aku adalah aku
yang terlahir bersanding waktu
dibesarkan oleh waktu
dan hidup berselimut waktu
Aku adalah aku
ngilu terasa dalam dadaku
sedangkan jiwaku
tak tersentuh oleh kalbumu
tak tergoyahkan oleh deramu
Ya Tuhanku
Dapatkah aku
sepenuhnya beriman pada-Mu
Sementara diriku
Masih tersisa dalam kalbu
Rasa iri dan cemburu
Rasa iba dan haru
Rasa sedih dan pilu
akan duniamu
yang terlahir bersanding waktu
dibesarkan oleh waktu
dan hidup berselimut waktu
Aku adalah aku
ngilu terasa dalam dadaku
sedangkan jiwaku
tak tersentuh oleh kalbumu
tak tergoyahkan oleh deramu
Ya Tuhanku
Dapatkah aku
sepenuhnya beriman pada-Mu
Sementara diriku
Masih tersisa dalam kalbu
Rasa iri dan cemburu
Rasa iba dan haru
Rasa sedih dan pilu
akan duniamu
Klaten, 6 Juni 2006
Minggu, 27 Februari 2011
Posted by Unknown
No comments | 6:30:00 AM
Aku berlari
mengejar mentari pagi
Aku bernyanyi
tentang elok warna pelangi
Sementara jantungku mulai berdebar
dan hati ini pun mulai bergetar
Lalu...
jiwa ini tlah bersatu
dengan waktu
I'm waiting for a ray of light
to cleave the darkness of the night
and the wind is singing between the sky and earth
as the symphonie of the eternal heart
Ya Allah, Tuhanku
atas kehendak-Mu
berilah kekuatan padaku
tuk lewati hari baru
and I'm looking for a ray of light
to leave the shadow within my sight
and I'll sing a song for the peace of earth
as my eternal symphonie of my eternal heart
mengejar mentari pagi
Aku bernyanyi
tentang elok warna pelangi
Sementara jantungku mulai berdebar
dan hati ini pun mulai bergetar
Lalu...
jiwa ini tlah bersatu
dengan waktu
I'm waiting for a ray of light
to cleave the darkness of the night
and the wind is singing between the sky and earth
as the symphonie of the eternal heart
Ya Allah, Tuhanku
atas kehendak-Mu
berilah kekuatan padaku
tuk lewati hari baru
and I'm looking for a ray of light
to leave the shadow within my sight
and I'll sing a song for the peace of earth
as my eternal symphonie of my eternal heart
Klaten, May 31, 2006
Posted by Unknown
No comments | 6:23:00 AM
Langit biru
Laut yang membiru
Kebisuan ini tak hentinya menerpaku
Dan akupun berdiri
merenung ratapi hari
antara bumi yang berguncang
dan awan yang membayang
Ya, aku tahu...
Tuhan tlah memilihku
Tuk jalani takdir pilu
tuk berpacu dengan waktu
dalam kelam hidupku
Dan,.......
Walaupun api membakar jiwaku,
meskipun kematian membayangiku
aku tak peduli....
Laut yang membiru
Kebisuan ini tak hentinya menerpaku
Dan akupun berdiri
merenung ratapi hari
antara bumi yang berguncang
dan awan yang membayang
Ya, aku tahu...
Tuhan tlah memilihku
Tuk jalani takdir pilu
tuk berpacu dengan waktu
dalam kelam hidupku
Dan,.......
Walaupun api membakar jiwaku,
meskipun kematian membayangiku
aku tak peduli....
Klaten, May 30, 2006
Sabtu, 26 Februari 2011
Posted by Unknown
No comments | 8:46:00 PM
Aku membisu,,
Terpaku menatap langit biru
Termenung dalam lamunan kalbu
Aku terdiam
Meresapi hening pilunya malam
tanpa seberkas cahaya dalam kelam
Dengan segala kepedihan menikam jiwaku
Dalam setitik rasa dalam kalbuku yang membeku
sementara kegelapan merangkul ragaku.
Segala samar., segala buyar..
Dalam kelam, diriku terkapar..
Terpaku menatap langit biru
Termenung dalam lamunan kalbu
Aku terdiam
Meresapi hening pilunya malam
tanpa seberkas cahaya dalam kelam
Dengan segala kepedihan menikam jiwaku
Dalam setitik rasa dalam kalbuku yang membeku
sementara kegelapan merangkul ragaku.
Segala samar., segala buyar..
Dalam kelam, diriku terkapar..
Klaten, April 30, 2006. 09:34 pm
Posted by Unknown
No comments | 8:37:00 PM
I'm here, sheltered by the shadow of lights
Try to seek as far as my sight
to the shadow, to the end of night
Exposing the secrets of the lethal fight
I'm still here...
shed so much tears
surrounded by a great fear..
I'm just here, my God, my Greatest Lord
and whatever I try,
however I cry,
Whenever I fly,
I'm still just laying on the floor
Try to seek as far as my sight
to the shadow, to the end of night
Exposing the secrets of the lethal fight
I'm still here...
shed so much tears
surrounded by a great fear..
I'm just here, my God, my Greatest Lord
and whatever I try,
however I cry,
Whenever I fly,
I'm still just laying on the floor
Klaten, February 18, 2006
Posted by Unknown
No comments | 8:26:00 PM
"Kata-kata ini akan slalu ada dalam hati dan mimpimu"
Awan hitam melayang dalam mimpi
Dalam diri rasa jiwa terpencar
Dingin menusuk nurani
Segala samar.....
Ku menanti, menanti, menanti
Menanti rasa darimu
antara jiwa dan ragaku,
antara suka dan dukaku
Dan segala pencurahan hati
bukan hanya satu akhir
bagi jiwa dan kalbumu
bagi kalbu dan jiwamu
Awan hitam melayang dalam mimpi
Dalam diri rasa jiwa terpencar
Dingin menusuk nurani
Segala samar.....
Ku menanti, menanti, menanti
Menanti rasa darimu
antara jiwa dan ragaku,
antara suka dan dukaku
Dan segala pencurahan hati
bukan hanya satu akhir
bagi jiwa dan kalbumu
bagi kalbu dan jiwamu
Klaten, 11 September 2004
Minggu, 20 Februari 2011
Posted by Unknown
No comments | 9:05:00 PM
Your smile brings light into my days
The thoughts of you, warm my night
To hold you in my arms,
Even in my dreams it feels so right
Loving you...
You never see the way I look into your eyes
You never realize the love I feel inside
Pain and sorrow that haunted me,
Cause words are left unsaid
Now you've found someone else to love
Deep in my heart, love won't fade away
To hold you in my arms
Even in my dreams it feels so right loving you
You never see the way I look into your eyes
You never realize the love I feel nside
Pain and sorrow that haunted me,
Cause words are left unsaid to you..........
The thoughts of you, warm my night
To hold you in my arms,
Even in my dreams it feels so right
Loving you...
You never see the way I look into your eyes
You never realize the love I feel inside
Pain and sorrow that haunted me,
Cause words are left unsaid
Now you've found someone else to love
Deep in my heart, love won't fade away
To hold you in my arms
Even in my dreams it feels so right loving you
You never see the way I look into your eyes
You never realize the love I feel nside
Pain and sorrow that haunted me,
Cause words are left unsaid to you..........
Sabtu, 19 Februari 2011
Posted by Unknown
4 comments | 7:48:00 AM
Selasa, 15 Februari 2011
Posted by Unknown
1 comment | 9:09:00 AM
Sekarang astronom di Minnesota Planetarium Society telah mendefinisi ulang kalender zodiak, Sagitarius dan Capricorn yang lahir antara 29 November dan 17 Desember banyak mempertanyakan tentang implikasi yang tidak diketahui dari zodiak baru mereka.Walaupun anda bukan termasuk orang yang percaya akan Horoskop, siapa yang tidak terkejut ketika tiba-tiba zodiak mu berubah???
Langganan:
Postingan (Atom)






